HUBUNGAN SELF REGULATION TERHADAP BURNOUT DENGAN MEDIASI WORK LIFE BALANCE PADA WANITA BEKERJA YANG SUDAH MENIKAH DI KABUPATEN BANDUNG

Authors

  • Aubrey Nisrina Azzahra Swari Jl. Soekarno-Hatta No.448, Batununggal, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40266
  • Benny Bernadus Universitas Indonesia Membangun, Bandung, Indonesia
  • Pras Rendy Universitas Indonesia Membangun, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63754/jcn.v4i2.174

Keywords:

self regulation, work life balance, burnout, mediasi, wanita bekerja

Abstract

Karena tuntutan karir dan rumah mereka, wanita pekerja yang sudah menikah mungkin mengalami kelelahan emosional dan mental. Perempuan pekerja yang sudah menikah di Kabupaten Bandung menjadi fokus penelitian ini, yang bertujuan untuk mengkaji keseimbangan kehidupan kerja, kejenuhan, dan pengaturan diri. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan strategi korelasional. Setelah pemfilteran data, Model Hayes 4 dengan 5.000 sampel bootstrap digunakan untuk melakukan analisis mediasi terhadap 96 responden. Seratus sepuluh peserta mengisi survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan diri dan keseimbangan kehidupan kerja sangat terkait; pengaturan diri secara positif terkait dengan kelelahan dan berkorelasi negatif dengan keseimbangan kehidupan kerja. Meskipun pengaturan diri tampaknya tidak memiliki korelasi langsung yang cukup besar dengan kelelahan, ada hubungan tidak langsung yang kuat antara kelelahan dan keseimbangan kehidupan kerja. Menurut temuan tersebut, hubungan antara pengaturan diri dan kelelahan sebagian besar dimediasi oleh keseimbangan kehidupan kerja.

References

Agustiany, L., Murisal, M., & Khair, N. F. (2026). Hubungan self regulation dengan burnout pada guru SD IT Madani Islamic School Payakumbuh. Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 2(1), 117–132.

Akbar, D. A. (2017). Konflik peran ganda karyawan wanita dan stres kerja. An Nisa'a, 12(1), 33–48.

Allen, T. D., Herst, D. E. L., Bruck, C. S., & Sutton, M. (2000). Consequences associated with work-to-family conflict: A review and agenda for future research. Journal of Occupational Health Psychology, 5(2), 278–308.

Ashill, N. J., & Rod, M. (2011). Burnout processes in non-clinical health service encounters. Journal of Business Research, 64(10), 1116–1127.

Azwar, S. (2007). Reliabilitas dan validitas. Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2016). Penyusunan skala psikologi (Edisi 2). Pustaka Pelajar.

Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2007). The job demands-resources model: State of the art. Journal of Managerial Psychology, 22(3), 309–328.

Balk, J. A., de Jonge, J., Oerlemans, W. G., & Geurts, S. A. (2018). Physical recovery, self-regulation, and burnout: A longitudinal study among employees. Journal of Occupational Health Psychology, 23(3), 338–349.

Bandura, A. (1991). Social cognitive theory of self-regulation. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 248–287.

Byron, K. (2005). A meta-analytic review of work-family conflict and its antecedents. Journal of Vocational Behavior, 67(2), 169–198.

Carlson, D. S., & Frone, M. R. (2003). Relation of behavioral and psychological involvement to a new typology of work-family conflict. Journal of Vocational Behavior, 62(3), 515–535.

Clark, S. C. (2000). Work/family border theory: A new theory of work/family balance. Human Relations, 53(6), 747–770.

Dewi, R. R., Purwaningrum, E. K., & Mariskha, S. E. (2023). Pengaruh work-life balance terhadap psychological wellbeing wanita yang bekerja. Motivasi: Jurnal Mahasiswa Psikologi, 9(1), 53–57.

Diniawaty, S. A., & Prahiawan, W. (2024). Membangun harmoni: Kajian literatur tentang keterkaitan keterlibatan kerja dan work-life balance. Jurnal Ema, 9(1), 42–55.

Ekawanti, S., & Mulyana, O. P. (2016). Regulasi diri dengan burnout pada guru. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 6(2), 113–118.

Gagné, M., & Deci, E. L. (2005). Self-determination theory and work motivation. Journal of Organizational Behavior, 26(4), 331–362.

Galis, E. E. (2023). Work-life balance, burnout: Hubungan work-life balance dengan burnout pada karyawan PT. X. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(3), 888–898.

Greenhaus, J. H., & Beutell, N. J. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10(1), 76–88. https://doi.org/10.5465/amr.1985.4277352

Greenhaus, J. H., Collins, K. M., & Shaw, J. D. (2003). The relation between work-family balance and quality of life. Journal of Vocational Behavior, 63(3), 510–531.

Haar, J. M., Russo, M., Suñe, A., & Ollier-Malaterre, A. (2014). Outcomes of work-life balance on job satisfaction, life satisfaction and mental health: A study across seven cultures. Journal of Vocational Behavior, 85(3), 361–373.

Handayani, A. M., & Pratama, R. M. K. (2022). Konflik peran ganda wanita karir dalam keluarga. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 131–134.

Hayes, A. F. (2018). Introduction to mediation, moderation, and conditional process analysis: A regression-based approach (2nd ed.). The Guilford Press.

Hobfoll, S. E. (1989). Conservation of resources: A new attempt at conceptualizing stress. American Psychologist, 44(3), 513–524.

Hwang, E., & Kim, J. (2022). Factors affecting academic burnout of nursing students according to clinical practice experience. BMC Medical Education, 22(1), 346.

Indra, F. J., & Rialmi, Z. (2022). Pengaruh work-life balance, burnout, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan (Studi kasus pada karyawan PT Meka Eduversity Komunikasi). Jurnal Madani: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora, 5(2), 90–99.

Iswadi, I., Karnati, N., & Budianto, A. A. (2023). Studi kasus: Desain dan metode Robert K. Yin. Penerbit Adab.

Junaidi, J., & Sukanti, N. D. (2022). Perempuan dengan peran ganda dalam rumah tangga. Saree: Research in Gender Studies, 4(1), 25–37.

Kim, J. S., Kim, S. Y., & Cho, H. (2022). Factors affecting academic burnout of nursing students according to clinical practice experience. BMC Nursing, 21(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12912-022-01127-1

Lutfiani, M. (2025). Mengelola keseimbangan hidup dan pekerjaan: Dampak burnout dan peran penting kepuasan kerja. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, 22(2), 205–220.

Maharani, E. P. (2019). Konflik peran ganda wanita karier [Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim].

Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Organizational Behavior, 2(2), 99–113.

Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Burnout. In Stress: Concepts, cognition, emotion, and behavior (pp. 351–357). Academic Press.

Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M. P. (2001). Job burnout. Annual Review of Psychology, 52, 397–422.

Megaster, T., Arumingtyas, F., & Trisavinaningdiah, A. (2021). Pengaruh work-life balance dan burnout terhadap kepuasan kerja karyawan CV Nusantara Lestari. Jurnal Comparative: Ekonomi dan Bisnis, 3(1), 62–75.

Moser, C. O. (1993). Gender planning and development: Theory, practice, and training. Routledge.

Nadiva, F. P., & Cahyadi, N. (2022). Konflik peran ganda dan burnout terhadap kinerja karyawan wanita. Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis, 221–226. https://doi.org/10.37034/infeb.v4i4.178

Nasution, F., Cahya, S. A., Khairuzzakiah, H., Barus, V. A., & Syahputra, M. R. (2025). Peran kecerdasan emosi dalam menghadapi tantangan peran ganda pada wanita dewasa awal. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 37–44.

Nelma, H. (2019). Gambaran burnout pada profesional kesehatan mental. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM, 7(2), 12–27.

Netemeyer, R. G., Boles, J. S., & McMurrian, R. (1996). Development and validation of work-family conflict and family-work conflict scales. Journal of Applied Psychology, 81(4), 400–410. https://doi.org/10.1037/0021-9010.81.4.400

Nurmaulida, D., Nandang, N., & Pranata, R. M. (2026). Pengaruh work-life balance dan social support terhadap burnout pada karyawan PT. Sum Hing Indonesia. Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen dan E-Commerce, 5(2), 212–230.

Park, Y., & Jex, S. M. (2011). Work-home boundary management using communication and information technology. Journal of Occupational Health Psychology, 16(1), 133–144.

Parker, K. (2015). Women, work and family: Changes and challenges. Pew Research Center.

Pratiwi, I. W., & Wahyuni, S. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi self-regulation remaja dalam bersosialisasi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM, 7(2), 1–11.

Putra, R. S. (2020). Work-life balance pada pejabat wanita yang ada di salah satu universitas di Indonesia. Ecopreneur.12, 3(2), 119–128.

Renaldo, R., & Agustiyani, V. P. (2025). Peran work-life balance terhadap produktivitas karyawan. Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen Perbankan, 2(2), 37–44.

Rohman, K., Islam, U., Sayyid, N., & Rahmatullah, A. (2023). Peran ganda ibu rumah tangga yang bekerja: Studi pada perempuan pekerja harian di Batik Tulis Jatipelem. IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies, 3(2), 1–10.

Schaufeli, W. B., Salanova, M., González-Romá, V., & Bakker, A. B. (2002). The measurement of engagement and burnout. Journal of Happiness Studies, 3(1), 71–92. https://doi.org/10.1023/A:1015630930326

Sirgy, M. J., & Lee, D. J. (2018). Work-life balance: An integrative review. Applied Research in Quality of Life, 13(1), 229–254.

Sridadi, A. R., Eliyana, A., Gunawan, D. R., Kurniawan, M. D., Emur, A. P., & Yazid, Z. (2022). The mediating role of work engagement: A survey data on organizational citizenship behavior. Data in Brief, 42, 108243. https://doi.org/10.1016/j.dib.2022.108243

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Alfabeta.

Tabachnick, B. G., & Fidell, L. S. (2013). Using multivariate statistics (6th ed.). Pearson.

Umam, K. (2010). Perilaku organisasi. Pustaka Setia.

Umam, K., & Irfandi, A. S. (2025). Self regulation dan development. In Kepala sekolah, kurikulum, dan anak didik: Panduan utuh manajemen pendidikan (p. 99).

Vohs, K. D., & Baumeister, R. F. (Eds.). (2016). Handbook of self-regulation: Research, theory, and applications (3rd ed.). The Guilford Press.

Witriaryani, A. S., Putri, A., Jonathan, D., & Abdullah, T. M. K. (2022). Pengaruh work-life balance dan flexible working arrangement terhadap job performance dengan dimediasi oleh employee engagement. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 4(7), 932–947.

Wurangian, B., Tiwa, T. M., & Siregar, D. M. (2025). Analisis burnout pada ibu yang memiliki peran ganda: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(2), 9246–9251. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3138

Zheng, C., Sanchez, R. J., & Guo, L. (2015). Work-life balance, stress, and burnout: A study of employees in China. The International Journal of Human Resource Management, 26(9), 1188–1205.

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70.

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Swari, A. N. A., Bernadus, B., & Rendy, P. (2026). HUBUNGAN SELF REGULATION TERHADAP BURNOUT DENGAN MEDIASI WORK LIFE BALANCE PADA WANITA BEKERJA YANG SUDAH MENIKAH DI KABUPATEN BANDUNG . Jurnal Cinta Nusantara, 4(2), 150–158. https://doi.org/10.63754/jcn.v4i2.174

Most read articles by the same author(s)