KEDUDUKAN MAHKAMAH SYAR’IYAH ACEH DALAM KEKUASAAN KEHAKIMAN NASIONAL

Authors

  • Muhammad Iqbal Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al-Banna
  • Cut Herawati Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al-Banna
  • Evarina Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al-Banna
  • Ikramullah Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al-Banna
  • Saiful kahar Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al-Banna

DOI:

https://doi.org/10.63754/jcn.v3i1.138

Abstract

Mahkamah Syar’iyah Aceh memiliki kedudukan unik dalam sistem kekuasaan kehakiman Indonesia karena berada dalam lingkungan peradilan agama, tetapi diberi kewenangan tambahan untuk memeriksa perkara jinayat berdasarkan Qanun Aceh. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam sistem peradilan nasional serta problematika pelaksanaan kewenangan jinayat agar selaras dengan prinsip negara hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, historis, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Syar’iyah merupakan peradilan khusus yang sah dalam kerangka Mahkamah Agung dan desentralisasi asimetris Aceh. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan harmonisasi norma, kritik hak asasi manusia, kesiapan sumber daya manusia, dan koordinasi antarpenegak hukum. Penguatan harmonisasi Qanun, pembinaan teknis, digitalisasi peradilan, serta peningkatan kapasitas aparatur menjadi kebutuhan mendesak.

Kata Kunci: Mahkamah Syar’iyah, Aceh, Kekuasaan Kehakiman, Qanun Jinayat, Negara Hukum

References

Aripin, J. (2008). Peradilan agama dalam bingkai reformasi hukum di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Asshiddiqie, J. (2007). Pokok-pokok hukum tata negara Indonesia pasca reformasi. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Asshiddiqie, J. (2013). Pengantar. Dalam Komisi Yudisial Republik Indonesia, Putih Hitam Pengadilan Khusus. Jakarta: Pusat Analisis dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial Republik Indonesia.

Abubakar, A. Y. (2006). Syari’at Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam: Paradigma, kebijakan, dan kegiatan. Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Kurniawan, A. (2011). Eksistensi Mahkamah Syar’iyah dalam sistem peradilan Indonesia di Provinsi Aceh. Jurnal Media Hukum, 17(1).

Friedman, L. M. (2001). Hukum Amerika: Sebuah pengantar. Jakarta: PT Tatanusa.

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia. Surabaya: PT Bina Ilmu.

Hart, H. L. A. (1961). The concept of law. Oxford: Clarendon Press.

Jalil, H., Yani, T. A., & Yoesoef, M. D. (2010). Implementasi otonomi khusus di Aceh berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, 12(51).

Kamarusdiana. (2016). Qânûn Jinâyat Aceh dalam perspektif negara hukum Indonesia. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 16(2), 151–162. https://doi.org/10.15408/ajis.v16i2.4445

Komisi Yudisial Republik Indonesia. 2013. Putih Hitam Pengadilan Khusus. Jakarta: Pusat Analisis dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial Republik Indonesia.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2010. Cetak Biru Pembaruan Peradilan Indonesia 2010–2035. Jakarta: Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Manan, B. (1994). Hubungan antara pusat dan daerah menurut Undang-Undang Dasar 1945. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Manan, B. (2001). Menyongsong fajar otonomi daerah. Yogyakarta: Pusat Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Marzuki, P. M. (2016). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana.

Pane, E. (2016). Eksistensi Mahkamah Syar’iyah sebagai perwujudan kekuasaan kehakiman. Al-‘Adalah, 13(1), 39–52.

Republik Indonesia. 1945. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia. 2006. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia. 2022. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia. 2026. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Santoso, T. (2003). Membumikan hukum pidana Islam: Penegakan syariat dalam wacana dan agenda. Jakarta: Gema Insani Press.

Downloads

Published

30-03-2025

How to Cite

Muhammad Iqbal, Cut Herawati, Evarina, Ikramullah, & Saiful kahar. (2025). KEDUDUKAN MAHKAMAH SYAR’IYAH ACEH DALAM KEKUASAAN KEHAKIMAN NASIONAL. Jurnal Cinta Nusantara, 3(1). https://doi.org/10.63754/jcn.v3i1.138