ANALISIS KESULITAN PEMAHAMAN MAKNA KATA POLISEMI BAHASA INDONESIA PADA SISWA MUSLIM SUKSA SCHOOL DALAM PEMBELAJARAN BIPA

Authors

  • Putri Syaidina Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
  • Isthifa Kemal Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
  • Miss. Faranoriah Yarah Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63754/jcn.v4i3.233

Keywords:

BIPA, word, makna kata polisemi, , pemelajar thailand, semantik.

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tidak hanya menuntut pemelajar menguasai kosakata, tetapi juga memahami makna kata berdasarkan konteks penggunaannya. Salah satu permasalahan yang dapat muncul ialah pemahaman terhadap kata polisemi yang memiliki beberapa makna yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa Muslim Suksa School Thailand dalam memahami makna kata polisemi bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa jawaban 19 siswa terhadap tes pemahaman makna kata polisemi yang terdiri atas 10 soal. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa relatif lebih mudah memahami makna polisemi yang bersifat konkret, sedangkan kesulitan lebih tampak pada penggunaan kata yang mengalami perluasan makna dan membutuhkan pemahaman konteks.

References

Aini, A. Q., Salsabila, A. N., & Jayanti, R. (2026). Analisis makna polisemi dalam empat cerpen Indonesia terbaik tahun 2009: Kajian semantik. Paedagogie, 21(1), 105–116. https://doi.org/10.31603/paedagogie.v21i1.15905

Aminuddin. (2011). Semantik: Pengantar studi tentang makna. Sinar Baru Algensindo.

Amalia, N., & Arifin, M. (2021). Desain bahan ajar keterampilan menyimak Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) “Aku Suka Indonesia”. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 17(2), 265–271. https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4677

Arumdyahsari, S., Hs, W., & Susanto, G. (2016). Pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat madya. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(5), 828–834.

Bongo, A. R., & Asman. (2019). Perbandingan kesalahan kosakata Bahasa Indonesia dalam tuturan lisan mahasiswa BIPA Thailand di Universitas Negeri Malang. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS), 21–27.

Chaer, A. (2013). Linguistik umum. Rineka Cipta.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Emelia, T. W. (2025). Tradisi lisan legenda Putri Hijau sebagai media pembelajaran BIPA. Seminar Internasional BIPA, 1(1), 23–29

Fahreza, S. A., & Syamsuyurnita. (2024). Pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa Muslim Suksa School Thailand dalam program BIPA KKN Internasional UMSU. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(2), 4309–4317. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i2.26909

Fahreza, S. A., & Syamsuyurnita. (2024). Pembelajaran bunyi Bahasa Indonesia menggunakan metode field trip pada siswa Muslim Suksa School, Thailand. EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies, 4(1), 330–336. https://doi.org/10.47467/edu.v4i1.1898

Febriyana, M., & Syamsuyurnita. (2025). Kontekstualisasi budaya dalam BIPA: Pendekatan kearifan lokal untuk pembelajar asing. Seminar Internasional BIPA, 1(1), 1–5.

Handoko, M. P., Fahmi, R. N., Kurniawan, F. Y., Artating, H., & Sinaga, M. S. (2019). Potensi pengembangan Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. JBIPA, 1(1), 22–29. https://doi.org/10.26499/jbipa.v1i1.1693

Hernina. (2020). Kemampuan pengajar BIPA dalam menjelaskan konsep pemahaman antarbudaya pada laporan pelaksanaan tugas tenaga pengajar BIPA wilayah ASPASAF masa tugas 2015–2018. JBIPA, 2(1), 28–35.

Kambu, A., & Hatsama, A. (2020). Analisis makna polisemi dalam bahasa Maybrat. FRASA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 1(2), 32–49.

Kaniah, & Palupi, D. (2020). Keberterimaan struktur kalimat dan pilihan kata dalam esai mahasiswa asing pada tes kemampuan berbahasa Indonesia. JBIPA, 2(2).

Kurniasih, D., & Isnaniah, S. (2019). Penerapan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) “Sahabatku Indonesia” tingkat dasar di IAIN Surakarta. JBIPA, 1(2), 62–71. https://doi.org/10.26499/jbipa.v1i2.1793

Kurniasih, U., & Khairi, A. (2026). Depth and breadth characteristics of Indonesian vocabulary among Thai university students: A multidimensional analysis of lexical knowledge. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 223–242. https://doi.org/10.19105/ghancaran.v8i1.23879

Kusuma, E. R. (2018). Kesalahan semantik dalam tuturan mahasiswa asal Thailand. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 2(2), 126–131. https://doi.org/10.17977/um007v2i22018p126

Lestari, O. W., & Jazeri, M. (2022). Tindak tutur oleh pemelajar BIPA di Muslim Santitham Foundation School Thailand: Kajian pragmatik bahasa antara (interlanguage pragmatics). Diksatrasia, 6(1). https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v6i1.6745Ta

Maulana, A., Mulyaningsih, I., & Itaristanti. (2022). Pengembangan media pembelajaran BIPA tingkat dasar berbasis web. JBIPA, 4(2).

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mufidah, N., Latifah, N., & Mu’in, F. (2023). Foreign students’ difficulties in understanding Indonesian reading text. Indonesian Language Education and Literature, 9(1), 31–47. https://doi.org/10.24235/ileal.v9i1.12807

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Nation, I. S. P. (2013). Learning vocabulary in another language (2nd ed.). Cambridge University Press.

Nation, I. S. P. (2013). Learning vocabulary in another language (2nd ed.). Cambridge University Press.

Nastiti, A. D., Datil, L. L., & Sukma, B. P. (2019). Hambatan dalam upaya pengembangan BIPA di luar negeri. JBIPA, 1(1), 1–10.

Nurhamidah, D., Rafli, Z., Murtadho, F., & Mahfuzo, M. R. (2024). Psycholinguistic insights into interaction patterns for meaning acquisition in BIPA learning at the university level. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(2), 197–210. https://doi.org/10.15408/tjems.v11i2.43364

Rustanti, N. (2018). Makna kata makan dan kakeru sebagai polisemi (kajian linguistik kognitif). TEXTURA, 5(1), 56–65.

Schmitt, N. (2000). Vocabulary in language teaching. Cambridge University Press.

Susanto, G. (2022). Proses morfologis dan makna semantik kosakata pembelajar, pebelajar, dan pemelajar. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 11(1), 35–48.

https://doi.org/10.26499/rnh.v11i1.2289

Downloads

Published

30-09-2026

How to Cite

Syaidina, P., Kemal, I., & Yarah, M. F. (2026). ANALISIS KESULITAN PEMAHAMAN MAKNA KATA POLISEMI BAHASA INDONESIA PADA SISWA MUSLIM SUKSA SCHOOL DALAM PEMBELAJARAN BIPA . Jurnal Cinta Nusantara, 4(3), 615–625. https://doi.org/10.63754/jcn.v4i3.233