PELOLO HUHU KEBIE SEBAGAI MEMORI KOLEKTIF DAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT SABU: PERSPEKTIF TEOLOGI KONTEKSTUAL
DOI:
https://doi.org/10.63754/jcn.v4i2.210Keywords:
Pelolo Huhu Kebie, Teologi Kontekstual, Tradisi Lisan, Masyarakat Sabu, KekerabatanAbstract
Penelitian ini mengkaji Pelolo Huhu Kebie sebagai tradisi penuturan silsilah masyarakat Sabu serta relevansinya dalam perspektif teologi kontekstual bagi Jemaat GMIT Pulau Patmos Tulaika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelolo Huhu Kebie tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian garis keturunan, tetapi juga sebagai media pemeliharaan memori kolektif, penguatan identitas budaya, hubungan kekerabatan, dan solidaritas masyarakat Sabu. Dalam perspektif teologi kontekstual, tradisi ini mencerminkan nilai relasi, tanggung jawab antargenerasi, dan kebersamaan sebagai ruang refleksi kehadiran Allah dalam kehidupan umat. Penelitian ini menegaskan pentingnya dialog antara gereja dan budaya lokal dalam mengembangkan pelayanan yang kontekstual.
References
Assmann, J. (2016). Cultural memory and early civilization: Writing, remembrance, and political imagination. Cambridge University Press.
Ballano, V. (2020). Inculturation, Anthropology, and the Empirical Dimension of Evangelization. Religions, 11(2), 101. https://doi.org/10.3390/rel11020101
Endraswara, S. (2017). Metodologi penelitian kebudayaan. Gadjah Mada University Press.
Gaspersz, V., & Souisa, N. (2019). Teologi kontekstual Indonesia: Gereja, budaya, dan masyarakat. Jurnal Teologi, 8(2), 115–128.
Hasanah, U., & Andari, S. (2021). Tradisi lisan sebagai media pewarisan nilai budaya masyarakat lokal. Jurnal Kajian Budaya, 12(1), 45–58.
Jurdi, S., & Amiruddin, A. (2024). Transformasi budaya lokal dalam menghadapi perubahan sosial masyarakat modern. Jurnal Sosiologi Reflektif, 18(1), 1–16.
Kleden, P. S. (2020). Pelestarian budaya lokal dan identitas masyarakat dalam konteks perubahan sosial. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 9(2), 125–136.
Koentjaraningrat. (2016). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Liliweri, A. (2018). Pengantar studi kebudayaan. Nusamedia.
Sibarani, R. (2018). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Sunarti, S. (2021). Representasi identitas dan demokrasi dalam tradisi lisan di wilayah 3T (Mentawai dan Nias). JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 10(1), 108. https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.3605
Tandana, E., & Tanasyah, Y. (2023). Teologi kontekstual dan relevansinya dalam kehidupan gereja masa kini. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(1), 25–39.
Titaley, J. A. (2017). Religiositas di alinea tiga: Pluralisme, nasionalisme, dan transformasi agama-agama. Satya Wacana University Press.
Widuatie, R. E. (2020). Tradisi lisan dan konstruksi identitas masyarakat adat di Indonesia. Jurnal Humaniora, 32(3), 221–232.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yuda D. Hawu Haba, Asri Novita Diara Tome, Thomas Ly

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




