DAMPAK KEBIASAAN MARLOPO TERHADAP INTENSITAS BERIBADAH DI DESA PANOMPUAN JAE KECAMATAN ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN

Authors

  • Rofiil Harahap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Salamuddin Salamuddin Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.63754/jcn.v4i4.261

Keywords:

Marlopo, Intensitas Beribadah, Masyarakat Angkola, Sosiologi Agama, Ruang Ketiga

Abstract

Tradisi lokal sering kali berinteraksi secara dinamis dengan ritme kehidupan keagamaan masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sosial dan budaya tradisi Marlopo (kebiasaan berkumpul di warung kopi) sebagai ruang ketiga dalam kehidupan masyarakat Desa Panompuan Jae, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, sekaligus mengidentifikasi dampak ganda kebiasaan tersebut terhadap intensitas beribadah masyarakat serta upaya yang dilakukan untuk menyelaraskan keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif dengan metode penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat pelaku marlopo , serta melalui observasi langsung dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperiksa melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marlopo telah berkembang menjadi ruang ketiga yang tidak hanya berfungsi secara ekonomi, tetapi juga menjadi kebutuhan identitas sosial masyarakat. Intensitas marlopo yang tinggi terutama pada pagi dan sore hari berpotensi menyebabkan tertundanya shalat wajib, namun warung kopi juga terbukti efektif sebagai sarana penyebaran informasi keagamaan dan penguatan solidaritas umat. Penyelarasan antara tradisi marlopo dan kewajiban beribadah dilakukan melalui keteladanan tokoh agama dan tokoh adat yang memanfaatkan nilai-nilai Dalihan Na Tolu . Kesimpulannya, marlopo dan ibadah dapat berjalan beriringan apabila terdapat sosok pemimpin yang mampu menjadi teladan dan mengoptimalkan warung kopi sebagai sarana mobilisasi keagamaan.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Selatan. (2023). Kecamatan Angkola Timur dalam Angka 2023. Tapanuli Selatan: BPS.

Batubara, M. I. (2021). Dinamika Interaksi Sosial Masyarakat Mandailing di Era Modern. Jurnal Miqot, 45(1), 88–107.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Daulay, H. (2024). Solidaritas Sosial dan Aktivitas Keagamaan: Perspektif Sosiologi Agama. Jurnal At-Tazakki, 8(1), 15–33.

Harahap, M. S. (2021). Kearifan Lokal Mandailing dalam Menjaga Harmonisasi Adat dan Agama. Jurnal Ilmu Dakwah dan Pengembangan Komunitas, 16(2), 199–218.

Harahap, R., & Nasution, M. A. (2024). Tradisi Marlopo dan Identitas Sosial Masyarakat Mandailing. Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 12(1), 45–67.

Hidayah, I. N., & Parhan, M. (2022). Habituasi Keagamaan dan Budaya Sosial. Jurnal Sosiologi Agama, 16(2), 145–163.

Lubis, A. Y. (2022). Perubahan Sosial dan Komunitas Modern: Perspektif Budaya Lokal. Jakarta: Rajawali Pers.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2023). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyadi, R., & Tanjung, S. (2024). Tradisi Sosial dan Intensitas Ibadah: Kajian pada Komunitas Muslim Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 5(2), 77–91.

Nasution, Z., & Ahmad, K. (2022). Pengaruh Tradisi Kolektif terhadap Ketaatan Beribadah pada Komunitas Muslim Pedesaan. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 145–162.

Pohan, E. R., & Matondang, H. (2023). Habituasi Sosial dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Keagamaan. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 22–38.

Pulungan, A. R. (2023). Religiusitas dan Partisipasi Ibadah Masyarakat Muslim Pedesaan Indonesia. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 22(1), 33–55.

Rambe, S., & Daulay, N. (2022). Warung Kopi sebagai Ruang Sosial Masyarakat Pedesaan Sumatera Utara. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(3), 115–130.

Rangkuti, A. N., & Siregar, F. (2023). Ruang Ketiga dan Konstruksi Identitas Sosial Masyarakat Kopi Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(2), 201–225.

Siregar, H. B., & Lubis, Z. (2023). Adat Dalihan Na Tolu dalam Kehidupan Modern Masyarakat Angkola. Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 9(2), 88–103.

Situmorang, A. F., & Nasution, K. (2022). Peran Tokoh Agama dalam Mobilisasi Keagamaan Komunitas Pedesaan. Jurnal Komunitas, 14(1), 45–62.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Bandung: Alfabeta.

Tanjung, M., & Pohan, R. (2024). Strategi Penguatan Religiusitas melalui Kearifan Lokal di Komunitas Adat Sumatera. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 9(1), 57–74.

Downloads

Published

10-10-2026

How to Cite

Harahap, R., & Salamuddin, S. (2026). DAMPAK KEBIASAAN MARLOPO TERHADAP INTENSITAS BERIBADAH DI DESA PANOMPUAN JAE KECAMATAN ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN. Jurnal Cinta Nusantara, 4(4), 651–662. https://doi.org/10.63754/jcn.v4i4.261

Issue

Section

Articles