ARTIKULASI IDENTITAS, KOMODIFIKASI DAN RESILIENSI TRADISI SUKU ABUI DI KAMPUNG ADAT TAKPALA DALAM PARIWISATA BUDAYA
DOI:
https://doi.org/10.63754/jcn.v4i4.230Keywords:
Identitas Abui, Komodifikasi Budaya, Resiliensi Tradisi, Community Control, Pariwisata BudayaAbstract
Pariwisata budaya di Kampung Adat Takpala memperluas peluang ekonomi masyarakat sekaligus menimbulkan tantangan terkait kontrol representasi, batas sakral-profan, dan keinginan tradisi Suku Abui. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk artikulasi identitas dan ketahanan tradisi Suku Abui, serta memperkuat komodifikasi unsur budaya dalam arena pariwisata budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kualitatif dengan pendekatan interdisipliner Kajian Budaya. Analisis data dipertajam menggunakan kerangka Teori Praktik Bourdieu dan Teori Strukturasi Giddens untuk memahami konversi modal serta negosiasi aturan adat dalam pariwisata. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Informan ditentukan secara purposive yang mencakup tokoh adat, pelaku hiburan, pengrajin, serta pengelola wisata, kemudian dikembangkan melalui snowball sampling . Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Suku Abui diartikulasikan melalui rumah adat ( Fala/Fala Foka ), tarian Lego-lego dan Cakalele , bahasa Abui, pakaian adat, Moko , kerajinan lokal, serta ritual leluhur. Komodifikasi memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan visibilitas budaya, tetapi berisiko menggeser batas kesakralan, memperlebar ketimpangan akses, dan mereduksi makna budaya. Ketahanan tradisi Suku Abui sangat bergantung pada kapasitas kontrol komunitas (kontrol komunitas) dalam mengendalikan representasi budaya, menjaga transmisi pengetahuan antargenerasi, dan mendistribusikan manfaat pariwisata secara adil.
References
Arba, H. M. N., Dominikus, W. S., & Udil, P. A. (2023). Eksplorasi etnomatematika pada Tarian Cakalele Suku Abui di Kabupaten Alor dan integrasinya dalam pembelajaran matematika. Haumeni Journal of Education, 3(2), 26–33. https://doi.org/10.35508/haumeni.v3i2.12220
Aryanti, N. N. S., Harmayani, E., Udasmoro, W., & Mutiarin, D. (2025). Habitus and capital in the gastronomy tourism field: Cooking class businesses in Ubud, Bali. E-Journal of Tourism, 12(2), 285–297. https://doi.org/10.24922/eot.v12i2.2184
Auw, E. M. N. E., Son, A. L., & Laja, Y. P. W. (2024). Mathematical concepts and cultural values at Abui community culture: Ethnomathematics study in traditional villages, Alor Regency, Indonesia. Indonesian Educational Research Journal, 1(3), 158–167. https://doi.org/10.56773/ierj.v1i3.30
Bourdieu, P. (1990). The logic of practice. Stanford University Press.
Dwipayana, A. A. P., & Sartini. (2023). Makna perubahan identitas desa adat di tengah pembangunan pariwisata budaya di Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(2), 322–331. https://doi.org/10.23887/jish.v12i2.63417
Ermayanti, Indrizal, E., Irwandi, A., Erwin, & Anwar, H. (2024). Commodification: Rural tourism development in Traditional Village of Nagari Sijunjung. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 40(1), 9–16. https://doi.org/10.29313/mimbar.vi.2052
Giddens, A. (1984). The constitution of society: Outline of the theory of structuration. University of California Press.
Hehanussa, A., Saefullah, K., & Hadian, M. S. D. (2023). Tradisi Pasawari: Sebuah pedoman pengembangan ethno-ecotourism di Kali Ama Negeri Hualoy, Pulau Seram, Maluku. Panggung, 33(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v33i3.2748
Indraddin, Anggraini, R., & Irwan. (2024). Strategy for improving the community economy through environmentally based tourism and social media in Nagari Sungai Pinang, West Sumatra Province. Sosiohumaniora, 26(1), 147–155. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v26i1.36132
Irwan, & Zaman, A. R. B. (2026). Inclusive tourism under fragmented governance: Structuration, participation, and rural inequality in Bira Village, Indonesia. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 14(1), 17–30. https://doi.org/10.22500/14202663719
Kaat, M. S., Hingmo, M. O., Maulaka, O. F. B., Asamai, P., & Bekata, H. M. (2025). Makna simbolis dan nilai budaya dalam upacara adat Suku Abui di Kabupaten Alor. Student Scientific Creativity Journal, 3(2), 156–162. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v3i2.5556
Kolly, O. A. W., & Aryaningtyas, A. T. (2025). Kampung Adat Takpala: Studi pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 6(1), 104–116. https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v6i1.1846
Lalang, A. R., & Nay, F. A. (2025). Mathematical knowledge of Fala Foka by the Takpala Indigenous People. EduMatSains: Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains, 10(1), 126–138. https://doi.org/10.33541/edumatsains.v10i1.7159
Lapenangga, A. K., Jeraman, P., Lake, R. C., Talan, J. P., Morakinyo, K. O., Taiwo, R. O., Oludoyi, K. O., Daton, R., & Mukin, A. K. S. (2024). Exploration of the Fala house construction system in Alor Regency. ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 9(2), 279–290. https://doi.org/10.30822/arteks.v9i2.3413
Lay, B. P., Rade, S. D., & Geme, M. T. (2024). Implementation of customary law values in Abui tribal customary marriage in realizing laws based on local wisdom. Journal of Humanities and Social Studies, 8(2), 527–532. https://doi.org/10.33751/jhss.v8i2.9646
Marcelliantika, A., Rahmawati, A. P., & Sandikusumah, A. (2025). Komodifikasi budaya dan dampaknya terhadap pariwisata. Jurnal Tata Kelola Seni, 11(2), 179–200. https://doi.org/10.24821/jtks.v11i2.15373
Nurhadi, I., Sumarti, T., Dharmawan, A. H., & Damanhuri, D. S. (2022). Cultural commodification and ethical transition of tourism development: A case in Osing community, Indonesia. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 10(1), 24–43. https://doi.org/10.22500/10202238564
Pradana, G. Y. K. (2018). Implications of commodified Parwa shadow puppet performance for tourism in Ubud, Bali. Journal of Business on Hospitality and Tourism, 4(1), 70–79. https://doi.org/10.22334/jbhost.v4i1.103
Pradana, G. Y. K. (2025). Deconstruction powers of relations behind the shadow puppet performance for tourism in Ubud Village Bali. Soko Guru: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 5(2), 226–236. https://doi.org/10.55606/sokoguru.v5i2.5768
Pradana, G. Y. K., Semadi, I. G. N., Entas, D., & Suadnyana, I. W. (2025). Agrotourism strategies in Tenganan indigenous environmental stewardship: An implementation of community-oriented sustainable tourism. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 2(4), 5507–5519.
Prasiasa, D. P. O., Karmini, N. W., & Widari, D. A. D. S. (2024). Challenges of strengthening culture in the development of sustainable tourism villages in Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 39(1), 34–44. https://doi.org/10.31091/mudra.v39i1.2554
Prasetyo, D. A., & Syafrini, D. (2023). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata budaya di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung Sumatera Barat. Jurnal Perspektif, 6(1), 47–57. https://doi.org/10.24036/perspektif.v6i1.721
Putra, E. A., & Mahagangga, I. G. A. O. (2021). Faktor penyebab komodifikasi Tari Barong sebagai atraksi wisata di Desa Batubulan. Jurnal Destinasi Pariwisata, 9(1), 234–240. https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2021.v09.i01.p30
Putri, N. G. A. E., & Sanjiwani, P. K. (2021). Kontribusi pertunjukan seni tari tradisional sebagai atraksi wisata terhadap kesejahteraan masyarakat lokal Desa Adat Ubud. Jurnal Destinasi Pariwisata, 9(2), 450–457. https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2021.v09.i02.p25
Setyoko, A., Putra, B. A., & Yohana, S. (2025). Relasi kuasa dalam materi promosi pariwisata Dayak. CaLLs, 11, 45–58. https://doi.org/10.30872/calls.v11i0.22567
Shiona, A. E. Y., & Widianto, A. A. (2023). Peran BUMDes dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Torongrejo pasca pandemi COVID-19. Jurnal Pariwisata Terapan, 7(2), 119–136. https://doi.org/10.22146/jpt.91805
Suardana, G., Darma Putra, I. N., & Bawa Atmaja, N. (2018). The Legend of Balinese Goddesses: Komodifikasi seni pertunjukan hibrid dalam pariwisata Bali. Jurnal Kajian Bali, 8(1), 35–52. https://doi.org/10.24843/JKB.2018.v08.i01.p03
Suarthana, I. K. P., Wisnawa, I. M. B., Karta, N. L. P. A., & Sarukunaselan, K. (2024). Unlocking loyalty: The power of local culture in Bali tourism. Jurnal Kajian Bali, 14(2), 498–521. https://doi.org/10.24843/JKB.2024.v14.i02.p09
Surata, I. K., Tantra, D. K., & Suprastayasa, I. G. N. A. (2026). Exoticization of indigenous Bali wisdom: Impacts on cultural and tourism sustainability. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan, 10(1), 120–139. https://doi.org/10.34013/jk.v10i1.2519
Sutana, I. G. (2025). Komodifikasi spiritual dan ketahanan budaya Hindu: Studi makanan Satwika dan praktik Usadha dalam pariwisata Bali. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(3), 326–337. https://doi.org/10.37329/jpah.v9i3.4392
Ubaidillah, & Katubi. (2023). Ritual dan narasi tradisi Lego-lego Suku Abui: Dinamika perubahan dan kesinambungan ritus sakral di era wisata budaya. Masyarakat Indonesia, 49(1), 35–50. https://doi.org/10.14203/jmi.v49i1.1283
Wesnawa, I. G. A. (2022). Pengembangan pariwisata perdesaan Bali: Integrasi potensi, kearifan lokal dan ekonomi kreatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(1), 149–160. https://doi.org/10.23887/jish.v11i1.44184
Widiastuti. (2018). Ketahanan budaya masyarakat Bali Aga dalam menciptakan desa wisata yang berkelanjutan. Jurnal Kajian Bali, 8(1), 93–120. https://doi.org/10.24843/JKB.2018.v08.i01.p06
Wollo, S. L. W., Rachmawati, Y., & Syaodih, E. (2026). Moku Hesi Miti tradition: Birth ritual in ethnoparenting of Takpala Indigenous Village Community, Alor Regency. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 7(2), 216–224. https://doi.org/10.46843/jiecr.v7i2.2516
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Gede Yoga Kharisma Pradana, Wayan Nurita, I Wayan Wijayasa, Kadek Wira Adi Saputra, Fatrisia Yuliane, I Wayan Sonder, Anak Agung Istri Putera Widiastiti, Putu Sabda Jayendra, Ni Made Ruastiti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




