DINAMIKA NEOLOGISME DAN PENYERAPAN LEKSIKON KESEHATAN DALAM TUTUR AKADEMIS: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK ADAPTASI BAHASA DENGAN PENUTURNYA
DOI:
https://doi.org/10.63754/jcn.v4i3.226Keywords:
Neologisme, Leksikon Kesehatan, Sosiolinguistik, Tutur AkademiAbstract
Penetrasi istilah medis dan krisis kesehatan global akibat pandemi secara masif mendorong lahirnya fenomena neologisme serta pergeseran perbendaharaan kata dalam masyarakat tutur akademis1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika neologisme, mekanisme penyerapan leksikon kesehatan asing, serta bentuk adaptasi sosiolinguistik mahasiswa dalam menginternalisasi istilah-istilah kenormalan baru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik terapan. Data diperoleh melalui studi dokumentasi pedoman kesehatan dan wawancara terhadap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Analisis data menerapkan metode padan translasional, ortografis, dan referensial menggunakan teknik pilah unsur penentu1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon kesehatan yang terserap terbagi ke dalam tiga kategori utama: kondisi klinis (seperti asimtomatik, anosmia, ageusia, hipoksia), tindakan non-farmakologis (physical distancing, hand sanitizer, isolasi mandiri, kohorting), serta istilah farmakologis (azitromisin, favipiravir, fitofarmaka, OMAI). Mekanisme penyerapan terjadi melalui adopsi langsung, adaptasi ortografis, penerjemahan padanan, dan pengakroniman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa berperan sebagai agen inovasi kebahasaan (linguistic innovators) yang menjembatani istilah teknis medis menjadi wacana sosial harian, sehingga mengikis kegamangan komunikasi masyarakat di era kenormalan baru
References
Ak, M. (2009). Tutur dan keharmonisan dalam rumah tangga. Tabloid Ara News, Edisi 01, Tahun Ke-1, Januari 2009.
Akbar, O. M., et al. (1985). Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo, dan Alas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Arinta, R. (2015). Revitalisasi Kawasan Pusaka Kota Lama Semarang (Tesis magister tidak diterbitkan). Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Bonvillian, N. (1977). Language, Culture and Communication: The Meaning of Message. New York: Prentice-Hall.
Butar-butar, C. (2016). Semantik Teori dan Praktik. Medan: Percetakan Perdana.
Chaer, A. (2017). Leksikologi dan Leksikografi Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Coupland, N. (2007). Style: Language Variation and Identity (Key Topics in Sociolinguistics). Cambridge: Cambridge University Press.
Creese, A., Martin, P., & Hornberger, N. H. (Eds.). (2008). Encyclopedia of Language and Education (2nd ed., Vol. 9: Ecology of Language). New York: Springer Science+Business Media.
Creswell, J. W. (1998). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Traditions. Thousand Oaks: Sage Publications.
Ellyana, H. (2021). Pengenalan makna dan simbol perangkat tanaman adat dalam ritual modutu antaran Gorontalo. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1293-1303.
Fasold, R. (1990). The Sociolinguistics of Language. Oxford: Blackwell Publishing.
Fauziah, F. (2019). Analisis leksikon dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Tajdidukasi: Jurnal Penelitian & Kajian Pendidikan Islam, 9(1), 35-44.
Halliday, M. A. K. (2001). New ways of meaning: The challenge to applied linguistics. In A. Fill & P. Mühlhäusler (Eds.), The Ecolinguistics Reader: Language, Ecology and Environment. London: Continuum.
Haugen, E. (1972). The Ecology of Language. Stanford: Stanford University Press.
Kesuma, T. M. J. (2007). Pengantar Metode Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Carasvatibooks.
Kravchenko, A. (2016). Language as human ecology: A cognitive view in ecolinguistics. Courrier du CNRS, 12, 11-20.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Satria Nugraha, A. (2020). Kearifan lokal dalam menghadapi pandemi Covid-19: Sebuah kajian literatur. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 10(1), 812-820.
Sinungharjo, F. X. (2020). Leksikon biotik di panggung musik: Perspektif ekolinguistik. Jurnal Ilmiah Kebudayaan SINTESIS, 14(2), 109-130.
Sobur, A. (2004). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Suwito. (1983). Pengantar Awal Sosiolinguistik Teori dan Problema. Surakarta: Henari Offset Solo.
Syamsuryurnita, & Butar-butar, C. (2021). Laporan Penelitian Terapan: Model Panduan Pemakaian Leksikon Budaya New Normal Masa Pandemik Covid 19 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan: LP2M UMSU.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syamsuyirnita, Syamsuyirnita, Charles Butar-butar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




