Tantangan Literasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas dalam Menghadapi Tes Kemampuan Akademik Bahasa Indonesia

Authors

  • Imelda Hutabarat Universitas Bina Bangsa Getsempena

Abstract

Abstrak

Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) menegaskan pergeseran evaluasi pendidikan dari penguasaan materi menuju pengukuran literasi akademik dan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tuntutan ini mengharuskan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mampu memahami teks yang kompleks, berpikir analitis, serta melakukan penilaian evaluatif berbasis wacana. Namun, praktik pembelajaran membaca di kelas menunjukkan bahwa kesiapan literasi akademik siswa belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut tercermin pada pengalaman belajar membaca siswa kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh yang masih berorientasi pada pencarian jawaban tersurat, bukan pada konstruksi makna teks. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tantangan literasi akademik yang dihadapi siswa SMA dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan siswa dan guru Bahasa Indonesia yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran di kelas, serta analisis dokumen berupa soal-soal TKA dan bahan ajar yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami wacana akademik, memiliki keterbatasan penguasaan bahasa akademik, serta belum menunjukkan kemampuan membaca analitis dan evaluatif secara memadai. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara tuntutan literasi akademik dalam TKA dan praktik pembelajaran membaca di kelas, sehingga diperlukan penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang berorientasi pada literasi akademik agar selaras dengan asesmen berbasis kompetensi.

Kata kunci: literasi akademik, Tes Kemampuan Akademik, membaca kritis, Bahasa Indonesia.

 

Abstract

The implementation of the Indonesian Academic Competency Test (Tes Kemampuan Akademik/TKA) signifies a shift in educational assessment from content mastery toward the measurement of academic literacy and higher-order thinking skills in Indonesian language learning. This shift requires senior high school students to comprehend complex texts, apply analytical reasoning, and construct evaluative judgments based on discourse. However, classroom reading practices indicate that students’ academic literacy readiness remains underdeveloped. This condition is reflected in the reading experiences of eleventh-grade students at SMA Negeri 3 Banda Aceh, which continue to prioritize locating explicit answers rather than constructing textual meaning. This study aims to explore the academic literacy challenges faced by senior high school students in responding to the Indonesian Language TKA. A qualitative descriptive approach was employed, involving purposively selected students and Indonesian language teachers. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis of TKA items and instructional materials. The findings reveal that students experience difficulties in comprehending academic discourse, demonstrate limited mastery of academic language, and show insufficient analytical and evaluative reading skills. These findings indicate a gap between the academic literacy demands of the TKA and classroom reading practices, highlighting the need to strengthen academic literacy-oriented instruction to support competency-based assessment.

Keywords: academic literacy, Academic Competency Test, critical reading, Indonesian language, secondary education.

Published

04-01-2026

How to Cite

Hutabarat, I. (2026). Tantangan Literasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas dalam Menghadapi Tes Kemampuan Akademik Bahasa Indonesia. Jurnal Cinta Nusantara (JCN), 3(1). Retrieved from https://jurnalbundaratu.org/journal/index.php/cintanusantarajournal/article/view/119